Breaking News
Loading...
Wednesday, September 4, 2013

Asal-usul Festival Perahu Naga dan BaCang

2:40 AM
Festival perahu naga (Duan Wu Jie [端午节) atau Dragon Boat Festival merupakan bagian dari kekayaan budaya dan tradisi komunitas Cina. Biasanya jatuh pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan imlek(kalender masehi bulan Juni), namun hal itu tidak dinikmati oleh mereka saja, ketika festival tiba seluruh dunia pun ikut merayakannya.
Festival Perahu Naga merupakan even nasional dan merupakan festival terbesar ketiga dalam penanggalan Cina. Perayaan Festival Perahu Naga lebih dari sekedar aktifitas olahraga, akan tetapi juga mengandung unsur kebudayaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Ada berbagai macam versi cerita yang melatarbelakanginya, namun perbedaan latar belakang tersebut tidak membuat punah tradisi yang sudah berlangsung sejak dulu.
Hal ini berasal dari Tiongkok kuno, Menurut cerita sejarah, Tradisi ini berasal dari sejumlah tradisi rakyat yang melegenda yang terjadi pada 278 SM pada Qu Yuan (340 SM - 278 SM), seorang penyair dan negarawan dari kerajaan Chu selama periode peperangan.
Ketika raja Chu memutuskan untuk bersekutu dengan negara Qin yang semakin kuat, penyair Qu diusir dari pengadilan karena menentang aliansi tersebut dan dicap pengkhianat. Padahal penyair Qu tahu akal licik dari negara Qin. Selama pengasingannya, Qu Yuan menulis banyak puisi yang karenanya ia selalu dikenang. Dua puluh delapan tahun kemudian, Qin menaklukkan ibukota Chu. Dalam putus asa, Qu Yuan menenggelamkan diri di Sungai Miluo pada hari kelima bulan kelima penganggalan bulan.
Dikatakan bahwa rakyat yang mengaguminya melemparkan gumpalan kue beras ketan disebut Zongzi ke sungai untuk memberi makan ikan, sehingga akan tidak akan memakan tubuh Qu Yuan. Mereka juga mengeluarkan perahu-perahu mereka, berlayar mengitari sungai untuk menakut-nakuti ikan dan juga mencari jenazah penyair Qu. Inilah yang disebut-sebut sebagai asal-usul balapan perahu naga.
Teori lain, diajukan oleh Wen Yiduo, adalah bahwa Festival Peh Cun berasal dari pemujaan naga. Makanan yang dibuat dipersembahkan untuk raja naga, dan balapan perahu naga mencerminkan penghormatan terhadap naga dan energi “Yang” aktif yang terkait dengannya. Ini menggabungkan dengan tradisi mengunjungi teman dan keluarga di perahu. Zongzi (Cina: 粽子) adalah makanan tradisional Cina, terbuat dari beras ketan diisi dengan isi yang berbeda dan dibungkus dengan daun bambu atau daun alang-alang. Mereka dikukus atau direbus. Di Indonesia lebih populer dengan bahasa hokkian yaitu bak cang.
berbagai sumber

46 komentar:

  1. Masa iya sih bacang dari China? :D
    BUkannya dari Bandung? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut cerita sejarah tiongkok kuno yang melegenda sob,,,,
      hehehe,,,,

      Delete
  2. Numpang baca artikelnya pak admin. Dan selamat pagi untuk pengunjung semuanya. Salam kenal dari saya, Brehow. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sOb ,,,, dah sudi berkunjung,,,,,,
      salam knal kembali,,,,,,

      Delete
  3. Wahh., saya izin menyimak saja sob., kurang paham , masalah begituann., :)
    hhehehe

    ReplyDelete
  4. ow ini apa makanan khas cina ya agan? ane pernah beli tapi lupa gimana rasanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. beras pulut/ketan,,,isinya mcam" & rasanya pun beemcam jga,,,, mkasih atas kunjungannya sOb

      Delete
  5. gimana ya rasanya.. di daerah ane kagak ada yang jualan gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bulan depan mesti ada yg jual tu,,,, ehehehe

      Delete
  6. itu yang dibungkus sepertinya enak... bikin jadi laper

    ReplyDelete
  7. waw... jadi makin tambah ilmu nih gan.. ane baru tau sejarah ginian

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah hasil pencarianku,,,
      makasih dh berkunjung

      Delete
  8. kak.. izin nyimak ni,,,
    untuk nambah2 ilmu tentang sejarah kak,, :)
    salam yea kak :)

    ReplyDelete
  9. Wah, kmpak banget yah mereka .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jelas,,,lw g kompak g bsa,mendayung cepat

      Delete
  10. Selamat Siang, Maaf jika mengganggu .

    disini saya ingin memberikan solusi bagi anda yang selalu gagal dalam mendaftar Google Adsense, sehingga anda bisa memiliki dan sekaligus menjadi penayang iklan Google Adsense. Nah, disini saya ingin memberikan jasa saya untuk membuatkan akun Google AdSense khusus blog berseubdomain .blogspot.com dengan harga murah yaitu Rp. 50.000/akun (Full Approved) + Garansi 1 Minggu.

    Jika berminat, silahkan kunjungi http://mas-adsense.blogspot.com/

    ReplyDelete
  11. Wah gitu sejarahnya? Nambah pengetahuan nih, jadi luas.

    Terimakasih dan salam kenal.

    ReplyDelete
  12. ya ya ya bugitu ya legenda asal prahu Naga...
    Makanan yang dari beras ketan itu beda ya sama lemper maupunn lepet. Maklum taune makanan jawa ee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang lebih kayak lepet sOb,,,,, tapi bacang ada isinya di dalam

      Delete
  13. makasih infox ya.., udah aq follow... *smile

    ReplyDelete
  14. makasih buat infonya... :)

    ReplyDelete
  15. saya malah baru tau, thank untuk infonya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. adduuucchhhh,,,,,
      tampang gini masak d pggil mas?? hahah

      Delete
  16. wach blognya keren gan salam kenal ya.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam knal kembali,,,,
      makasih dh mw gbung

      Delete
  17. Terima kasih infonya, jadi tahu asal usulnya festival Perahu Naga.

    ReplyDelete
  18. Asal muasal yang bisa melegenda. Budaya yang sarat makna.

    ReplyDelete
  19. asal usul kalo usul ngak boleh asal ... Heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,,,,
      jadi ngelantur,,,makasih dah mw brkunjung

      Delete
  20. China memang 'hebat' bersama dengan India dan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan di saat negara lain terseok-seok dan malah terpuruk ekonominya. Budaya dan peninggalan sejarah di China begitu 'luar biasa'. Sampai ada hadits 'belajarlah sampai ke negeri China'. Asal-usul Festival Perahu Naga ini begitu menarik. Saya tertarik dengan tanggal pelaksanaannya yang biasanya jatuh pada tanggal 5 bulan 5 tahun Imlek. 5 + 5 = 10. Sepuluh adalah bilangan sempurna. Sedangkan angka 5 penulis jadi teringat dengan adanya lima waktu dalam sehari semalam yaitu waktu Isya, Subuh, Lohor (maksudnya Dhuhur), Ashar, Maghrib. Dalam kisah ini kita seolah diingatkan untuk menghargai waktu. Pergunakan waktu untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi kehidupan ini. Salam cemerlang. Sukses selalu.

    ReplyDelete
  21. Wah sudah ada sejak tahun 278 SM??? Salut... masih tetap dilestarikan sampai sekarang..

    ReplyDelete
  22. saya dulu pernah ada yang ngasih bacang, lumayan juga rasanya...

    ReplyDelete
  23. wah saya malah baru tahu mbak tentang asal-usul perahu naga. Informasi yang sangat menarik, sekaligus menambah wawasan untuk kita semua. thanks ea mbak :)

    ReplyDelete

 
Toggle Footer