Breaking News
Loading...
Wednesday, September 4, 2013

Sejarah Reog

2:21 AM
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.


Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono SewandonoDewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

Klik disini untuk menyaksikan kesenian reog ponorogo.

----------------------------------------------------------------------------Thanks--------------------------------------------------------------------------

42 komentar:

  1. PertaMax,,,,,

    Makasih,,,,,,,,dah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah pertamaxnya diambil, huuu

      Delete
    2. ya,,,,, yg ngepost bukan maya,,,,
      udah ada admin baru,,,,,
      jadi pertamaxnya maya
      hohohhoho

      Delete
    3. woalaaah...........double damin tho ini

      Delete
  2. emmm gitu ya sejarahnya...makasih mbak telah berbagi :)
    kemarin2 reog ini mau diklaim negara tetangga ni, n diganti namanya jadi tari barongan...
    harus bener2 dijaga n dilestarikan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu dilestarikan ditengah2 modernisasi saat ini..... semoga gak pada lupa dg hal2 yg tradisional...... hehehe......

      Delete
    2. kak @wewengkon,,,,, masak sih? daerah maya ad kesenia reog berpadukan barongan/singo barong,,,, barongan berwujud kepala harimau,,,,,

      Delete
    3. singo barong atau silo barong mbak,

      Delete
    4. singo barong,,,
      silo balongnya buat adik" kecil

      Delete
    5. ooo..gitu ya ceritanya, top top

      Delete
  3. Budaya warisan leluhur yang perlu terus dilestarikan di masa mendatang. Tentu dibarengi dengan pembinaan, kaderisasi, festival, dan promosi. Keunikan dan keasliannya terus diupayakan tidak berubah, namun tidak menutup improvisasi untuk mengikuti tuntutan jaman dan keinginan masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupppz.......betul betul betul........

      Delete
    2. karena yang jadi tki di malay itu bisa main reog dan di angkat jadi warga negara sana, itu juga pembajakan namanya

      Delete
    3. gtu ya kak agus?? Maya ketinggalan berita

      Delete
  4. klau nonton reog sih sering, tapi baru kali ini tau sejarah reog. parah nih diriku...ekekekek

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok lau nonton ajak maya ya mb indah

      Delete
    2. nanti mbak maya di lempar sama mbak indah buat makanan reognya

      Delete
  5. wuih tampilannya ganti2, cantik yang ini. udah jangan diganti2 nanti pengunjungnya bingung may (saran)... btw makasih info ponorogonya, saya juga sempet mbahas dikit2, jangan lupa kunjungan balik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maklum sOb,,,,,
      newbie,,,,jadi pengen nyoba ini itu
      makasih saranya,,,,,
      paling kamu sendiri yang bingung,,,,, hehehehe

      Delete
  6. Jadi pengen nntn reog.trims info nya

    ReplyDelete
  7. reog ponorogo ya... asli dari ponorogo kan? Memang benar=benar indonesia>

    ReplyDelete
  8. Reog = Indonesia :) . Kebudayaan harus dilestarikan yah mbak ...

    ReplyDelete
  9. oh jadi begitu sejarahnya reog.. kemarin hari sabtu di tempat saya juga ada pertunjukan reog sob.. keren kok pertunjukannya, apalagi kalau reog yang di pake extra besar..

    oya tautannya sudah di pasang ya.. nah kalau begini kan mudah menuju blog sobat.. hehehhe

    ReplyDelete
  10. saya juga baru tahu lho sejarah reog, kalau warok itu sesepuhnya reog ya mbak, ada yang ndadi makan beling dan dedek , ada jaran kepang biasanyacewek itu juga ndadi lho mbak

    ReplyDelete
  11. nice posting, mbak maya ke blog ku ya ada yang baru kickymaulana.com

    ReplyDelete
  12. malah dari majapahit ya..?
    perkiraanku malah dari bali karena kesamaan singa barong dengan budaya barong. berasimilasi dengan tradisi jaran kepang dari jawa maka jadilah reog...

    ReplyDelete
  13. owh baegitu ceritanya, sip mantap

    ReplyDelete
  14. cuma org2 tertentu saja yang bisa memainkan reog ya. harus punya ilmu tertentu.

    ReplyDelete
  15. serem juga ya ngliatnya apalagi sampe naik2 gitu... tp aku suka bgt ama kesenian reog nih

    ReplyDelete
  16. Terima kasih telah berbagi tentang sejarah Reog, yang merupakan seni Tradisional Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipzzz...........yang tradisional tetep mesti dijaga meskipun modernisasi merajalela.....hmmmm.........

      Delete
  17. banyak tradisi dimulai dari binatang yg dijadikan simbol. singa, kuda, burung merak. di china ada barongshai, di jatim ada reog. kekayaan budaya yg mesti dilestarikan oleh anak bangsa indonesia. jangan sampe diambil oleh negara lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantab....kalo anak bangsa gak mau melestarikan, negara sebelah udah siap membantu melestarikan tuh....hmmm

      Delete
  18. Begitu kental budaya warisan Indonesia, harus dilestarikan dan dilindungi hak ciptanya ^^

    ReplyDelete
  19. sengat menarik gan, memang ada beberapa versi tentang gambaran dari gerakan tari ponorogo ini, ada yang mengatkan seperti diatas, dan ada yang mengasumsikan itu gambaran dari gerakan pemberontakan kiputu,,

    keren gan , terus gali seni budaya kita. thanks

    ReplyDelete
  20. waow ramenya pengujung kayak nonton reyog nie hehe, hey maya numpang duduk masih ada tmpat Ga? Wat dyan,

    ReplyDelete
  21. reog neh kota asal aku ,ad kangen pengen pulang kampung

    ReplyDelete
  22. perlu dicatat sebenarnya namanya itu reYog (pakai Y) bukan reog.
    reog itu merupakan singkatan yang diberikan oleh pak gubernur (Resik Endah Omber Girang-gemirang) yang mana karna terjadi kesalah pahaman sampai detik ini nama reog itu sendiri masih dipakai dan sudah seperti mendarah daging di mindset masyarakat.
    saya asli ponorogo bangga dan menjunjung tinggi kesenian reyog :)

    ReplyDelete
  23. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    agen tiket murah

    ReplyDelete

 
Toggle Footer