Breaking News
Loading...
Thursday, December 19, 2013

Asal Usul Festival Dongzhi

9:53 PM
Dong zhi berasal dari kata
冬天 dong tian = musim dingin 至 zhi = paling/sangat
冬至 dong zhi = Musim Dingin Solstice

Dongzhi adalah dimana hari dengan siang terpendek dan malam terpanjang di bumi bagian utara.
Setiap tanggal 21 atau 22 Desember, masyarakat Tionghua di seluruh dunia merayakan suatu festival yang dinamakan Dong Zhi Jie (perayaan makan onde) atau biasa kita kenal dengan Wedang Ronde. Menurut tradisi orang Tionghua, perayaan ini merupakan salah satu festival penting, sama pentingnya dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Festival Perahu Naga, dan Festival Kue Bulan.
Ada banyak versi awal mula festival musim dingin, namun dunia maya hanya merangkum kisah yang paling umum dan terkenal. Berikut Asal Usul Festival Dongzhi:

1. Cerita Pembangunan Istana Raja
Pada zaman dahulu di negeri Cina, ada Seorang Kaisar (tidak disebutkan namanya dan kapan ia berkuasa) hendak membangun istana. Maka dia memanggil semua tukang di seluruh negeri untuk mewujudkan keinginannya. Ada tukang kayu, tukang batu, tukang cat, tukang meja kursi, tukang emas dan tukang-tukang lainnya yang masing-masing terbaik dibidangnya.

Kaisar akan menobatkan mereka dengan gelar Da Shi Fu (Guru Handal) atau ahli, jika mereka bisa membuatkan istana yang bagus untuknya. Mendapat gelar Ahli membuat semua tukang bekerja dengan penuh semangat. Berita ini sampai juga terdengar di telinga tukang masak, dia juga merasa bahwa memasak adalah sebuah keahlian, kemudian dia menghadap Kaisar dan meminta Raja untuk menobatkan dirinya menjadi Maha Guru Tukang setelah istana sudah selesai dibangun. Namun semua tukang tidak memandang memasak sebagai keahlian. Bahkan mereka menganggap bahwa memasak adalah mudah dan jika tukang masak diberi gelar Ahli, maka gelar itu tidak ada artinya, kemudian mundurlah tukang masak dengan kecewa.

Saat itu kebetulan sedang musim dingin. Ketika hari sudah mulai menjelang siang dan ditambah udara dingin di luar, dan perut para tukang mulai keroncongan, mereka meninggalkan kerjaan sejenak dan menuju tempat makan. Tapi tidak tersedia satupun makanan diatas meja hidangan. Terpaksa para tukang melanjutkan kerjaan dengan perut lapar dan kedinginan. Banyak yang akhirnya berhenti bekerja, dan pembangunan istana menjadi terhenti.

Raja kembali memanggil tukang masak, untuk minta membuatkan makanan bagi para tukang, dan dia berjanji akan memberikan penghargaan Maha Guru Tukang setelah istana selesai dibangun. Saat itu didapur hanya ada beras ketan dan sejumlah bumbu masak. Maka dengan keterampilan si tukang masak, beras ketan itu ditumbuk menjadi tepung ketan, dan diolahnya menjadi bola-bola kecil ada yang putih dan sebagian lagi berwarna merah, dan kemudian direbus dan dihidangkan dengan kuah yang manis dan diberi jahe. Sup bola-bola kecil yang hangat itu terlihat sangat bagus karena perpaduan warna merah dan putih. Kuah yang manis dan hangat membuat para tukang mempunyai tenaga untuk tetap bekerja di musim dingin.

Dan dalam sekejab, istana Raja yang indah selesai dibangun sebelum perayaan musim Semi. Sejak saat itu masyarakat Tiongkok setiap musim dingin, mulai memasak sup bola-bola kecil yang biasa disebut dengan 湯圓 Tang Yuan atau Onde-onde (dari tepung ketan dengan/tanpa isi di dalamnya yang dimakan/disajikan dengan kuah) untuk mengingat jasa tukang masak yang telah membantu pembangunan istana Raja.

2. Solstice (Titik Balik Matahari) 
Menurut catatan sejarah, festival ini mulai dirayakan masyarakat Tiongkok sejak masa Dinasti Han. Dasar dari perayaan ini adalah merayakan datangnya keseimbangan kosmos dan alam semesta.
Pada tanggal 21 atau 22 Desember, terjadi peristiwa yang dikenal dengan sebutan Titik Balik Matahari Matahari berada pada posisi paling selatan (23,5° LS). Pada saat itu, sinar matahari merupakan yang paling lemah dan siang sangat pendek. Bagi sobat, yang tinggal di Indonesia daerah tropis, peristiwa titik balik matahari ini tidak kerasa bedanya, namun bagi sobat yang tinggal di belahan bumi lain, titik balik ini sangat terasa.

Pada zaman dahulu, tradisi perayaan ini dimulai dengan adat pemujaan kepada dewata dan leluhur, untuk bersyukur. Setelah upacara syukuran selesai, orang-orang akan berkumpul bersama keluarga, teman, saudara untuk sama-sama menikmati Sup Onde yang hangat dan manis. Sebagai suatu simbol dari kekeluargaan dan kebersamaan.

69 komentar:

  1. Wah... makasih informasinya, ternyata ada ya siang pendek dan malam yg panjang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada bang,,,,, ini saatnya tiba malam yang panjng
      siang trasa pendek :))

      Delete
    2. enak ya mbak waktu tidur dan mimpinya lebih panjang hehe

      Delete
  2. dong dong hehe :>) ikut komen dulu..

    ReplyDelete
  3. supnya apa semacam wedang ronde ya klo disini

    itu kan pake air jahe, cocok bnget kalo musim dingin, hangat

    serasa di Festival Dongzhi :)

    ReplyDelete
  4. wah berarti wedang ronde itu aslinya dari China ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau wedang ronde saya belum tahu gan :)

      Delete
    2. Ia ini mirip wedang ronde mbak, makanya tadi saya kok pernah lihat ya, tapi gk tau lagi sih.... :-d

      Delete
  5. jadi nanti akan ada perayaan itu ya mbak....pantes ya pada sibuk...itu gambar diatas di buat dari tepung ketan ya

    ReplyDelete
  6. baru tau saya ada siang pendek dan malam panjang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klau malam panjang itu cuma malam minggu aja mbak :D

      Delete
    2. wkwkwkwkwk ,,,,,
      malam minggu jumlah meniy n detiknya saya kira sama dengan malam2 yang lain mas

      Delete
  7. Terimakasih infonya,
    Dapat pengetahuan baru nih
    Terimakasih.

    http://problogiz-tech.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. wew festival budaya apa festival perayaan ya :D

    ReplyDelete
  9. kalo saya membayangkan itu makanannya seperti rasa manis dan kuahnya asam, jadi asam manis gimanaa gitu.. hehe

    ReplyDelete
  10. pingin nonton festival dongzhi saya biar bisa minum wedang ronde itu, hehehe x-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nonton dimana mb?
      ikut dunk :)

      Delete
    2. ronde ditempat saya ada mbak Indri,kalau mau datang aja hehe

      Delete
  11. Makanan ini kalau di Surabaya disebutnya wedang ronde,dan masih ada campuran lainya selain ronde,tapi kalau asal usulnya baru tahu sekarang setelah membaca artikel di atas,ok teromakasih D maya untuk info nya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho kang? bukan asal usul wedang ronde,,,,

      Delete
  12. Hemmm ..wedang ronde rupanya, hi hi hi...

    ReplyDelete
  13. Cerita ini bisa juga di jadikan sejarah tentang keberadaan wedang ronde di negeri Indonesia, karena asal-muasalnya sama ya Mba, apalagi hanya bumbu penambahannya di dalam racikan sajiannya yang berbeda dikit dalam pengemasannya.

    Salam,

    ReplyDelete
  14. saya paling suka nih mbak makan wedang ronde, apa lagi kalau pas dingin-dingin jadi anget di badan :)

    ReplyDelete
  15. wah belum pernah nih mbak lihat festifal dongzhi. Tapi asal-usul nya sangat menarik sekali ya :)

    ReplyDelete
  16. nice post mbak,, (h)
    jadi tau saya,,, :>)

    ReplyDelete
  17. malahan saya baru tahu kalau ada pangana yang namanya wedang ronde, kalau di Indoensia makan yang begitu di musim hujan cocok ngga ya?

    ReplyDelete
  18. wah basonya bolehtuh di populerkan,warna-warni :p

    ReplyDelete
  19. seperti hari raya di Indonesia ya mbak kumpul keluarga dan pasti ada acara mudik juga ya

    ReplyDelete
  20. Lihat fotonya jd ingat minuman ronde, May... anget jahe, pas diminum saat dingin kyk gini... 8-)

    ReplyDelete
  21. wiihhh minumanya kayaknya seger

    ReplyDelete
  22. Saya ngeliatnya kayak kolak biji salak mbak, kalo yang ijo-ijo inget kue kleponnya kang ucup tinggal ditaburin parutan kelapa aja tuh jadi mirip kue klepon deh :d

    ReplyDelete
  23. Nyimak mbak nampah pengetahuan budaya lain :D

    ReplyDelete
  24. ooo gituh ya ceritanya....ko' bisa tau seh...saya yang lahirnya duluan azh juga baru tau...kenapa coba?

    ReplyDelete
  25. tuh Wedang Ronde kayaknya enak tuh...
    gambarnya bikin ngiler aja =p~
    Kunjungan baliknya ya mbak :)

    ReplyDelete
  26. lihat gambar wedang ronde yang diatas kayaknya menggoda banget yah mbak maya, jadi pengen nyicipin nih hehe...

    ReplyDelete
  27. berarti festival dongzhi-nya sudah kelewat ya, jadi gak kebagian makan Wedang Ronde deh saya

    ReplyDelete
  28. tukangnya kurang satu tuh sista.. tukang ngomelnya gak ada:-)

    kalo dijual semangkuknya berapa y...:-)
    (otak dagang)

    ReplyDelete
  29. kayaknya enak ya dimakan pas hujan2 bgini

    ReplyDelete
  30. Oh gitu toh asal muasalnya, jadi pengen ke china nyobain tuh makanan.. sluurrpp..

    ReplyDelete
  31. Wah Pengetahuan Baru untuk festival dongzhi :)

    ReplyDelete
  32. Wah baru denger nih festival dongzhi :D
    Kebetulan nih templateku sama mbak maya hampir kembar. Tapi kok widget popular, comments, archive kok gk muncul ya mbak. hehehe
    Barangkali bisa bantu mbak. Trims
    Ditunggu :p

    ReplyDelete
  33. Gan?? itu makanan apa yaa
    kayak nya enak bener deh , kenyal2 gitu kwkwkwk

    ReplyDelete
  34. iya bener, nama makananya apayah kelihatan enak soalnya :D

    ReplyDelete

 
Toggle Footer