Breaking News
Loading...
Wednesday, September 11, 2013

Asal Usul Festival Kue Bulan

6:59 AM
Zhong Qiu Jie, Mid Auntumn Festival atau lebih sering kita kenal dengan Festival Kue Bulan adalah salah satu Perayaan penting tradisi Tionghoa, dirayakan pada setiap bulan 8 tanggal 15 kalender lunar dan pada tahun ini bertepatan pada tanggal 19 September 2013 Masehi. Biasanya dirayakan dengan makan-makan bersama keluarga, untuk pasangan muda-mudi ramai yang merayakan makan-makan di tepi pantai.
Namun apakah sobat tahu asal usul Festival Kue Bulan ini? Tradisi Kue Bulan pertama kali muncul pada masa dinasti Xia dan Dinasti Shang. Ini adalah tradisi ritual masyarakat China Kuno yang bersifat ritual, namun perayaan tradisi tersebut baru populer ketika masa Dinasti Tang. Asal-usul Festival Zhong Qiu Jie berasal dari latar budaya agraris di Cina. Datangnya musim gugur merupakan akhir masa panen, sehingga para petani memohon pada Dewa Bumi agar diberi musim yang baik di musim mendatang. Sekaligus menjadi ucapan syukur atas hasil panen yang telah dialami.
Cerita atau legenda asal mula perayaan kue bulan banyak sekali, Berikut dunia maya menghadirkan 3 cerita yang paling umum dan populer dikalangan Tionghoa:
1. Chang'e Menjadi Dewi Bulan

Konon pada zaman dahulu kala, bumi memiliki 10 matahari yang menyinari sehingga membuat rakyat kepanasan, kekeringan dan menderita, ada seorang pemuda hebat yang bernama Hou Yi, kemudian pemuda itu mendaki Gunung Kunlun dan memanah jatuh 9 matahari, Hou Yi menyisakan 1 matahari dan memerintahkan satu-satunya matahari ini untuk terbit dan terbenam secara teratur.
Karena jasanya Hou Yi menjadi pahlawan rakyat dan sangat dihormati rakyat serta diangkat menjadi raja pada masa itu. Kemudian Hou Yi menikahi seorang gadis cantik bernama Chang'e. Setiap harinya Hou Yi mengajari orang berburu dan menemani istrinya tercinta. Banyak orang yang kagum akan kehebatan Hou Yi dalam memanah, sehingga orang-orang berdatangan ingin belajar teknik memanah dan menjadi murid Hou Yi. Diantara mereka adalah orang-orang yang ingin serius belajar, ada yang hanya sekedar kagum kepadanya, ada pula yang bermoral rendah.
Suatu hari, Hou Yi pergi ke Gunung Kunlun untuk belajar 'Tao', kebetulan bertemu dengan Permaisuri Kaisar Langit 'Wang Mu Niang Niang', atas permintaan Hou Yi, Wang Mu Niang Niang memberikan obat 'Hidup Abadi' kepadanya. Siapapun yang meminum obat tersebut akan dapat terbang langsung ke langit dan menjadi dewa atau dewi. Karena rasa cinta yang begitu besar terhadap Chang'e, Hou Yi menunda niatnya untuk menjadi dewa. Obat tersebut dititipkannya ke Chang'e. Salah satu murid Hou Yi yang bermoral rendah bernama Peng Meng mengetahui akan fungsi obat Hidup Abadi tersebut dia ingin menjadi dewa sehingga berniat mencurinya.
Pada suatu hari Hou Yi mengajak para muridnya untuk berburu di gunung, Peng Meng pura-pura sakit sehingga tidak mengikuti rombongan Hou Yi pergi berburu ke Gunung. Setelah keberangkatan Hou Yi, Peng Meng menuju rumah Chang'e dan memaksa Chang'e menyerahkan obat tersebut. Chang'e yang menyadari bahwa dia bukanlah lawan yang sepadan untuk Peng Meng, segera memakan obat tersebut dan melarikan diri. Tiba-tiba tubuh Chang'e menjadi sangat ringan dan terbang melayang ke angkasa, karena kerinduan dan cintanya terhadap suami, Chang'e mendarat di bulan, benda langit yang paling dekat dengan bumi untuk menjadi dewi.
Hou Yi pulang dan sangat sedih setelah mengetahui insiden tersebut, dengan rasa marah yang besar Hou Yi membawa pedang menuju rumah Peng Meng, namun Peng Meng telah melarikan diri.
Hou Yi sangat sedih serta memandang bulan dan berteriak memanggil nama istrinya. Di bulan purnama yang terang Hou Yi melihat bayangan yang menyerupai istrinya, Hou Yi kemudian mengejar bulan, namun setiap Hou Yi melangkah kedepan, bulan akan mundur, saat Hou Yi mundur bulan akan maju, bagaimanapun tidak dapat menangkap bulan purnama tersebut. Akhirnya Hou Yi tidak berdaya, Hou Yi yang sangat merindui Chang'e kemudian mempersiapkan Altar dihalaman rumah dan meletakkan dupa serta makanan dan buah-buahan kesukaan Chang'e. Masyarakat yang mengetahui hal tersebut kemudian berbondong-bondong mengikuti Hou Yi menyiapkan altar, meletakkan dupa, makanan dan buah-buahan untuk berdo'a kepada dewi bulan Chang'e agar hidup bahagia dan tentram.
Mulai saat itu ritual sembayang dewi bulan menyebar diseluruh daratan China.
2. Zhu Yuan Zhang melawan Dinasti Yuan

Pada saat Pemerintahan Dinasti Yuan (1260-1368 SM) Suku Han merupakan kasta yang terendah, tingkat sosial yang terendah tersebut sering ditindas dan dihina oleh Suku Mongol yang berkuasa saat itu sehingga munculah pemberontak-pemberontak yang ingin menggulingkan Pemerintahan Mongol Dinasti Yuan dan mengembalikan kekuasaan Kekaisaran kepada suku Han yang juga merupakan suku mayoritas di daratan China.
Zhu Yuan Zhang merupakan salah satu pemimpin pemberontakan tersebut yang kemudian bersekutu dengan kelompok pemberontak lainnya untuk serentak melakukan perlawanan terhadap Pemerintahan Dinasti Yuan. Tetapi Tentara Dinasti Yuan sangat ketat dalam pemerikasaan dan pembasmian pemberontakan, Informasi mengenai perlawanan sangat sulit disebarkan kepada semua kelompok pemberontak. Penasihat Militer Zhu Yuan Zhang yang bernama Liu Bo Wen kemudian mengusulkan untuk melakukan perlawanan di Bulan 8 Tanggal 15 secara serentak dan memerintahkan pasukannya untuk memasukan kertas kecil yang berisikan informasi pemberontakan tersebut ke dalam Kue Bulan. Kue Bulan yang berisikan informasi tersebut kemudian disampaikan ke tangan para pemimpin pemberontakan. Pada saat perlawanan, semua pasukan pemberontak serentak melakukan penyerangan terhadap pasukan militer Dinasti Yuan.
Tak lama kemudian, Xu Da (seorang Jenderal dibawah pimpinan Zhu Yuan Zhang) berhasil menduduki Ibukota Dinasti Yuan, Dadu. Zhu Yuan Zhang sangat senang dan menetapkan Kue Bulan sebagai makanan resmi untuk Festival Zhong Qiu serta menghadiahkannya kepada semua pejabat dibawah pimpinannya.
Setelah itu, Kue Bulan menjadi makin populer di masyarakat dan jenisnya pun makin beranekaragam.
3. Wu Gang Menebang Pohon Osmanthus di Bulan

Konon, di Bulan ada sebuah Istana bernama Guang Han Gong, di istana tersebut terdapat pohon Osmanthus yang tumbuh subur dan lebat, tingginya sekitar 500 kaki. Wu Gang warga Xi He di Dinasti Han mengikuti seorang Dewa untuk belajar Tao. Sesampai di Alam Dewa, Wu Gang berbuat sesuatu yang melanggar aturan alam dewa sehingga dia dihukum ke Istana Bulan untuk menebang Pohon Osmanthus yang terdapat di Istana Bulan tersebut. Setiap hari melakukan pekerjaan yang tidak pernah ada hasilnya, karena setiap kali ditebang, pohonnya pasti akan menutup kembali tebangan tersebut. Ribuan tahun mengalami hal yang sama, Pohon tersebut tidak habis ditebang.
Coba kita perhatikan dengan seksama saat Bulan Purnama, apakah ada bentuk seperti seseorang yang menebang pohon?

122 komentar:

  1. kok jadi menebang pohon ya
    kalo disini kan dikatakan nenek nenek sedang menenun

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi yang bener yang mana ya

      Delete
    2. katanya malah bidadari memangku kucing...

      Delete
    3. justru itu raja blangkon yang lagi bertapa.

      Delete
    4. bidadarinya mangku kucing sambil memandang rembulan

      Delete
    5. kalo didaerah saya bukan sedang menenun, tapi nenek-nenek sedang menjahit tit*t.

      Delete
    6. Akur deh, bidadarinya kelamaan menenun sambil memangku kucing smpai akhirnya jd nenek-nenek...

      Delete
    7. bukannya nenek - nenek lagi masak air ya ehhehe

      Delete
    8. banyak banget ceritanya, tiap daerah punya cerita sendiri-sendiri hehe...

      Delete
    9. neng may...
      bikin kocokan kaya arisan aja. yang keluar itu yang jawabannya bener...

      Delete
    10. nyatanya banyak versi mas,,,,, nenek menenum,mnjahit,,,,memangku kucing,,,,
      saya cuma menghadirkan yg paling umum aja,,,,,
      jadi cuma bisa senyum,,,,,,


      ayuk kocok lagi,,,spa yg menang?

      Delete
    11. katanya lagi ada setan mangan sate, ini gimana yang bener?

      Delete
    12. aku bingung mencari kebenaran.... jadi mana yang benar nih?

      Delete
    13. semua kan hanya mitos jadi nggak ada yang bener kayaknya hehe...

      Delete
    14. hah...hanya mie jotos, mau dong

      Delete
    15. lahh

      laper neh gan Agus??

      wakakakka :D

      Delete
    16. hahahaha,,,,,,, kyak apa mitosnya mas? (mie jotosnya)

      Delete
    17. kalau ditempat saya nenek-nenek makan sirih.. hehehe

      Delete
    18. udah jangan pada ribut, yang penting kue bulannya enak dan bisa dimakan, berterima kasihlah kepada nenek, bidadari dan kucing yang menciptakan kue bulan

      Delete
    19. Kue Bulan banyak dijajakan di Pontianak biasanya sih mendekati IMLEK. Wah jadi tau nih asal usul sejarahnya

      Delete
  2. Ternyata kue bulan ada kisahnya ya,,, saya kira asal kasih nama aja, hehehe :)
    kalau kisah kue terang bulan itu gimana sist???
    makasih infonya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum tahu sist kisah kue terang bulan,,,,
      kapan" kalau ada waktu luang saya tanya dulu sama pakarnya,,,
      hehehe

      Delete
    2. kalau kue datang (bulan) ada gak?

      Delete
    3. terus kalau kue bulan-bulanan ada nggak yah...

      Delete
    4. wkwkwk, lho ya, beralih ke bulan lain2.. kue bulan desember aja deh, biar cepet taon baru

      Delete
    5. bulan desember tanggal muda juga boleh mas

      Delete
    6. ayo mas di beli kue nya

      2000 dapet 3 mas :D

      Delete
    7. kue terang bulan ya kuenya terang seterang bulan purnama

      Delete
    8. kue terang bulan, berarti kue'nya di senter..

      Delete
    9. kalau siang mas? masak mw dsenter jga :-D

      Delete
  3. walaupun sudah tak bertani lagi, tak panen lagi, tapi masih tetep dilestarikan...padahal sekarang sudah beralih ke dunia bisnis modern, dan perayaannya pun tentu sudah beralih lebih modern...misal menu makanannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perayaannya beralih modern mb,,,,,, hehehe

      Delete
    2. biarpun modern tapi rasa klasik, hehe

      Delete
  4. cerita nomor dua terasa lebih masuk akal ya ? itulah legenda yang turun menurun sehingga bisa menjadi budaya.

    ReplyDelete
  5. sewaktu masih ngais rejeki di Pontianak, sering mendapatkan hantaran kue bulan dari tetangga. Sayangnya kalo digigit atos jadi perlu banyak minum air putih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau digigit atos, langsung ditelen aja mas pake air putih :D

      Delete
    2. kok atos pak? cara pembuatannya bahannya kurang,,, jdi atos deh hasilnya

      Delete
  6. baru tahu kalau di bulan ada pohon...

    ReplyDelete
  7. Busett dahh Matahari ada 1 aja Panasnya Sangattt Menyiksa {Klo Musim Kemarau}
    Apalagi Klo 10 Wahhhh Pastii tak akan Pernah ada Kehidupan Di Muka Bumi ini hehe

    Tapi" NIce Info dahh gan Infonyaa sangatt Bermanfattt :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob,,,,
      g kebayang 10 matahari, panasnya gimana,,,,,
      cerita rakyat yg sudh melegenda,:-)

      Delete
  8. beda-beda versi yah, trus yang bener yang mana yah tentang festival kue bulan ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua nya bener mas,,,,,
      adil kan? heheehe,,,,beda daerah beda cerita juga pastinya

      Delete
    2. saya juga bertanya demikian halnya, mas

      #halah bahasanya sok intelek :)

      Delete
    3. Saya juga berpikir halnya demikian.. ^_^

      Delete
  9. Chang'e itu bukannya yg disukai Pat Kay dlm kisah Kera sakti ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah lama g nonton kera sakti mas,,,, hehe

      Delete
    2. udh gk nonton kera sakti tapi nonton buaya sakti.. wukakakaka..

      Delete
    3. buaya darat atau buaya air mas?

      Delete
  10. Sy kalo liat kue bulan ini..jd inget pernah di ksh temen di perayaan imlek kmrn :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lihat dimana mas budi? saya belum menyajikan kue bulan loh,,,, hehe

      Delete
    2. kue bulannya kan belum dikeluarin yah mbak maya hehe...

      Delete
    3. udah mas,,,, mau g?
      besok dech saya sajikan

      Delete
    4. kalau di pontianak kue keranjang...

      Delete
  11. ternyata begitu toh ceritanya, baru tahu....

    cerita di bulan berbeda dengan cerita Nenek - nenek yang menenun ya... di sini kan begitu ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita nenek menenum malah saya belum dengar mang

      Delete
    2. kalau disini cerita nenek-nenek makan sirih.. :)

      Delete
  12. wah dismpen dulu deh ni mbak cerita asal-usulnya...mungkin nanti dibacanya, lagi kejar setoran dulu ni hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. simpan dmana mas WS?
      selamat berkejaran ma setoran deh,,,,
      moga cepat dpt target

      Delete
  13. WoW...!! memanah 9 matahari. hehehehe hebat banget ya mbak. tapi cerita ini bener apa tidak ya mbak sebenernya.. hehehe seperti dongeng saja... hehehe.

    saya pernah lihat cerita serupa kalau nggak salah di film kunfu panda.. kalau nggak salah sih hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau g salah pasti bener ya mas nady? hehehe

      Delete
  14. wah saya malah baru dengar mbak soal kue bulan. Ternyata asal-usulnya cukup menarik juga ya :)

    ReplyDelete
  15. saya baru tau juga ada tradisi kue bulan..

    ReplyDelete
  16. Untuk pertanyaan terakhir...

    masih nunggu datangnya bulan purnama nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bulan purnama bang,,,,
      gimana? kliatan g? kalau cuaca cerah pasti kliatan

      Delete
  17. wah panjang banget ceritanya yah, dan banyak versi yang berbeda, makasih jadi tahu cerita mengenai kue bulan :)

    ReplyDelete
  18. wah panjang juga riwayat kue bulan yah mbak, ternyata oh ternyata. kue bulan itu martabak ya mbak.

    ReplyDelete
  19. saya malah jadi merinding baca cerita Dewi Bulan heuu.. asli terharu :(

    ReplyDelete
  20. dewi cang e, teringat sun gokong hehee

    ReplyDelete
  21. saya kok suka yang nomer dua mbak , karena ada unsur politisnya dan perjuangan rakyat melawan dinasti atau penguasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalu nmr dua itukan emang banyak yang suka genk heheh.

      Delete
  22. Suatu kisah legenda yg menarik nih...

    ReplyDelete
  23. waduh ketinggalan ni saya. jadi begitu y asal usulnya kue bulan y mbk

    ReplyDelete
  24. lumayan jadi tambah tahu tentang asal usul kue bulan
    terima kasih atas pengetahuan yg bermanfaat

    ReplyDelete
  25. Saya tunggu kue bulannya mbak, kira-kira kapan saya kebagian hehe...

    ReplyDelete
  26. Kue bulan tuh yang kayak gmn to mbak?

    ReplyDelete
  27. kue bulan inget waktu idul fitri suka buat hidangan tamu hihi

    ReplyDelete
  28. Wah Baru tau Kalau Ada kue Bulan ... :D

    ReplyDelete
  29. busyeeet, satu kue aja sejarahnya ampe sepanjang itu ya?
    tp aku blm pernah mkn kue bulan

    ReplyDelete
  30. tidak sabar menunggu purnama #tukang kebun

    ReplyDelete
  31. kue bulan tuh yang gimana yah, saya belum pernah makan kayaknya...

    ReplyDelete
  32. keue bulan :D
    ane belum pernah makan sih :D #gak nanya

    comeback

    ReplyDelete
  33. ngomong2 soal kue, saya ikutan sih

    ReplyDelete
  34. nyimak dulu aja mbak, ahli sejarah kayaknya ni

    ReplyDelete
  35. kue bulan apanya kue terangbulan ya..??

    maaf telat, lagi sibuk sekolah...

    ReplyDelete
  36. apalah arti sebuah nama kue yang penting rasanya ya mbak

    ReplyDelete
  37. no comen deh, soalnya belum slesai bacanya, baru step pertama yang sudah terbaca, kabur dulu ah, tar balik lagi nyelesein baca , baru comentar, oke sob..............

    ReplyDelete
  38. Ukhti tahu banget nih kebudayaan China.. keturunankah? hehe

    ReplyDelete
  39. apapun nama kuenya yang penting maknyus rasa'nya.. hehehe.. :)

    ReplyDelete
  40. paling asyik lagi kalau kita bisa maen jalan-jalan ke bulan ya mbak hehehe ^^
    pasti bakalan seru ^^

    ReplyDelete
  41. Menarik banget yang point ketiga, kayaknya gak ada deh tipe-tipe bayangan ada yang lagi nebang pohon... btw, informasinya sangat menarik, menambah pengetahuan... terima kasih :D

    ReplyDelete
  42. Salam Mbak Maya.? Kunjungan Pertamax nih Mbak..
    Sekalian Sambil tengak-tengok Sobat Blogging semua.
    Ada yah Mbak Kue Bulan..? saya koq baru tau..kalau
    Gak keberatan pengen juga tuh ngerasain kaya apaaa..?
    Yah rasa nya..?,, pasti manis yah Mbak

    Duh jadi laper,, nyimak artikel yang manis ini yah Mbak
    Salam sukses, damai sejahtera Mbak Maya juga Sobat semua.

    ReplyDelete
  43. keren mba templatenya :D
    klo boleh ane tau namanya apa yah mba..
    #kunjung blik :)

    ReplyDelete
  44. sebuah kue ternyata punya mitos ya, memang bermacam budaya di Dunia ini

    ReplyDelete
  45. ahhahahaa, kirain cuma kue doang ternyata ada ceritanya

    ReplyDelete

 
Toggle Footer